Senin, 14 Oktober 2013

Investasi di Reksa Dana (4)

Jakarta - Kalau di tulisan sebelumnya sudah dibahas 2 jenis reksa dana yang berinvestasi sebagian atau seluruh dananya di saham-saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan mempunyai resiko yang relatif tinggi yaitu Reksa Dana Saham dan Reksa Dana Campuran, kali ini kita akan membahas reksa dana dengan resiko yang relatif lebih rendah lagi yaitu Reksa Dana Pendapatan Tetap.

Reksa Dana Pendapatan Tetap ini cocok bagi anda yang tidak berani masuk ke saham. Reksa Dana Pendapatan Tetap ini adalah reksa dana yang berinvetasi pada Surat Utang atau Obligasi.

Mengapa disebut 'Pendapatan Tetap'? Karena obligasi alias surat utang pada umumnya secara tetap setiap bulan atau setiap tiga bulan akan membayarkan bunga kepada investor dari surat utang tersebut. Adapun besaran bunganya bisa tetap atau bisa berubah-ubah tergantung dari jenis obligasinya.

Obligasi sendiri ada yang dikeluarkan oleh pemerintah atau Obligasi Pemerintah yang namanya SUN alias Surat Utang Negara. Surat utang yang dikeluarkan oleh Negara Republik Indonesia ini sendiri ada yang dijual dengan nominal pecahan besar (misalnya Rp 1 miliar) dan ada juga yang dijual dengan pecahan nominal kecil untuk investor Ritel yang kemudian dikenal dengan nama ORI alias Obligasi Ritel Indonesia.

Seiring berjalannya waktu Obligasi Pemerintah ini juga ditawarkan (dijual) versi syariahnya yang kemudian dikenal dengan nama Sukuk atau Sukuk Negara. Sama seperti SUN dan ORI, Obligasi Sukuk ini juga dijual untuk nasabah Ritel dengan nama Sukuk Ritel.

Obligasi yang dikeluarkan oleh Pemerintah ini sendiri mempunyai kelebihan yaitu secara undang-undang dijamin oleh Negara Republik Indonesia, sehingga tingkat keamanannya sendiri (khususnya untuk resiko gagal bayar/default) relatif lebih aman dibandingkan Obligasi jenis lain.

Selain Obligasi Pemerintah, lalu ada juga Obligasi yang dikeluarkan oleh Perusahaan Swasta atau dikenal dengan Obligasi Swasta. Surat utang atau Obligasi ini bisa dikeluarkan/diterbitkan oleh perusahaan BUMN maupun perusahaan swasta nasional lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar